Seminggu yang terlewatkan . . . . . .
Setelah hampir seminggu setelah kejadian malam itu, Venus sama sekali tidak muncul di sekolah terbuka. Mars yang awalnya biasa saja, akhirnya mulai resah. Dia bertanya pada Prada, "Da, mmm. Mau tanya, tapi jangan heran ya?" Prada yang sedikit heran, hanya bisa mengernyitkan jidatnya "Apan sich loe, nyante aja kali. Mau tanya venus? Hmm. Seminggu yang lalu sich dia pamitan, katanya mau nglanjutin kuliahnya. Tapi feeling gue ya, dia sich menghindar dari loe." Mars tiba-tiba terdiam, rasa bersalah pun mulai hingga di hatinya. Tapi sekali lagi dia meyakinkan hatinya. "Ko ga pamitan sama gue ya? Gue kan temennya juga." Prada yang sambil beresin buku anak-anak dengan santai menjawab "Emang Venus abis loe apain sich, Mars? Kayanya terpukul banget. Bukannya mau ikut campur, tapi bisa keliatan dari mukanya, yaahh, walaupun dia gengsi ngakuinnya." Setelah pernyataan dari Prada itu, tiba-tiba Mars serasa menaiki mesin waktu dan kembali ke tahun lalu.
Satu Tahun silam . . . . .
Dimana dia yang sudah lost kontak dengan Venus, dan dengan seenak jidatnya Venus hadir secara tiba-tiba. Hampir setiap hari dia habiskan waktu bersama Venus, cerita, bercanda, merangkai mimpi bersama dengan status bersahabat. Lambat laun, perasaan berbeda di alami oleh Mars. Dengan Venus, Mars merasa bebas, bisa mengetahui apa yang dia belum ketahui, melakukan hal-hal menarik dan yang lebih menyenangkan adalah sama-sama menyukai sastra. Pada pertemuan pertamanya, saat setelah sekian lama tidak bertemu, mereka menonton sebuah pertunjukan theater di daerah pasar minggu. Suatu mahakarya sastra terindah yang pertama kali Mars saksikan dan itu pun hadiah pertama dari Venus untuk Mars atas kecintaannya pada sastra. Tanpa terasa waktu berlalu dan hampir tengah malam pertunjukan belum selesai. Itu pertama kalinya seorang Mars melihat Jakarta pada malam hari. Dan pertama kalinya juga Mars merasakan cinta tumbuh dalam hatinya.
Saat sampai di rumah, Mars yang pada dasarnya malu-malu, sempat mencuri cium di pipi Venus sebelah kiri, sambil berkata "Aku mau belajar jadi rock 'n roll bersama kamu, tapi tetap menggunakan logika dan sastra yang indah." Venus hanya bisa terdiam melihat tingkah Mars seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan gulali paling manis di dunia. Tapi anehnya bukan senyum perasaan senang yang tergambar di muka Venus, tapi senyum kecut yang menggambar rasa bersalah. "Semoga tidak ada hati yang kulukai setelah kejadian dan kedekatan malam ini." kata Venus saat Mars menutup pintu pagarnya. Dalam perjalanan pulang Venus teringat akan Bulan, pacarnya yang sekarang tinggal di Bogor. Entah rasa bersalah, penyesalan atau angan-angan, tiba-tiba hatinya berkata "Seandainya Bulan semenyenangkan Mars, tersenyum manis seperti Mars dan sangat amat jatuh cinta terhadap sastra seperti Mars." spontan Venus ngerem mendadak. Sambil mengetuk-ngetuk kepalanya yang masih terlindung helm, dia bergumam sendiri "Apaan sich ni yang ada dipikiranku, Mars ya Mars, Bulan ya Bulan. Dan pacarku adalah Bulan. Kenapa jadi mikirin Mars yang udah ku anggap adik sendiri."
Dalam Kamar Mars . . . . .
Mars yang selesai mandi langsung mengurung di dalam kamarnya. Bukannya segera tidur karena keesokan harinya harus berangkat pagi-pagi buta, ini malah mengobrak-abrik tas yang di pakainya tadi dan mengambil sebuah buku. Buku itu ternyata hadiah sekaligus bukti permintaan maaf Venus padanya karna sudah hampir satu tahun tidak menghubunginya. Buku itu berjudul "Ketika Cinta ...??" yang dibaca Ketika Cinta Tiga Titik Dua tanda Tanya. Buku yang mengkisahkan tentang sebuah kisah cinta klasik yang memang kesukaan Mars. Persahabatan dari kecil, tumbuhnya rasa cinta diantara dua sahabat, tiba-tiba salah satu mereka mengidap suatu penyakit, kemudian meninggalkan pasangannya, namun pada akhirnya kembali lagi untuk bertemu walau entah sampai kapan mereka bersama. Buku yang mengisahkan tentang Buku yang memiliki manfaat untuk dibaca, ternyata tidak berlaku untuk Mars. Buku itu hanya dipeluknya dan diciumnya hingga dia terlelap tidur dengan sendirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar